1. Adopsi : Angkat anak
2. Amani Manuk : Kawin ayah si ayam, istilah untuk menunjukkan betapa rendah
dan hinanya, karena tidak sesuai dengan Hukum Adat.
3. Anak pangkalan : Anak perempuan yang tertua menjadi ahli waris yang biasa.
4. Apanage : Sistem pemberian tanah oleh raja kepada pejabat-pejabat
kerajaan tertentu (lurah misalnya) sebagai tanah jabatan yang
dapat menjamin penghasilan para pejabat yang bersangkutan.
5. Anak piara : Seseorang dapat menitipkan seorang anak kepada orang lain
untuk di pelihara.
6. Balai : Tempat bermusyawarah
7. Bergiliran : Pemakaian dan pengurusan harta peninggalan yang tidak dibagi
itu dilaksanakan secara bergiliran diantara para keluarga.
8. Bergubalan : Mengadakan hubungan seksual diluar perkawinan dan kemudian
hamil
9. Buang hutang : Jika orang senantiasa hutang, tetapi ia tak mau membayar,
familinya akan menanggung perbuatan itu.
10.Buang sirih : Orang di buang, apabila karena tabiatnya selal membuat malu
familinya.
11.Buang ting karang : Pembuangan untuk selama-lamanya karena perbuatan jahat yang
senantiasa dilakukan.
12. Cakra : Dewa keadilan yang mengawasi keadilan di dunia ini.
13. Candra : Bulan yang menyinari petang
14 Delik adapt : Suatu perbuatan sepihak dari seorang atau kumpulan perorangan.
15. Dubalang : Pembesa yang mengurus soal kepolisian
16. Gelanggang : Tempat seluruh rakyat berkumpul
17. Hak asyl : Suatu hak untuk mintak perlindungan kepada raja atau kepala
adapt.
18. Hak asyl adat : Suatu lembaga dalam hukum dalam delik adat
19. Harta bersama : Harta yang dibina selama perkawinan
20. Harta kalakeran : Harta pusaka yang merupakan harta keluarga yang tak dibagi-
bagi.
21. Harta passini : Asal orang yang berhak menyetujui untuk dibagi dalam bagian-
bagian individual.
22. Hibah : Tindakan-tindakan mengenai pelimpahan harta benda semasa
seseorang masih hidup.
23. Kawin darurat : Suatu perkawinan dengan siapa saja, biasaya kepala desa sendiri,
supaya pada waktu melahirkan anak tersebut berada dalam status
perkawinan.
24. Kecu : Pencurian oleh sejumlah orang
25. Kerapatan nagari : Kekuasan tertinggi dan bagian klan, family, ttap berdiri sendiri
berdampingan satu sama lain
26. Keturunan : Hubungan darah antara orang seorang dan orang lain.
27. Makahidangraga : Seseorang menyerahkan diri bersama segala harta bendanya
kepada orang lain.
28. Malim : Embesar yang mengurus soal agama
29. Mamorus : Mencuri buah-buahan di tanah (buan yang sudah jatuh)
30. Manamun : Merampok orang yang sedang di jalan umum
31. Manggih kaya : Dimana kedudukan keturunan sang suami lebih tinggi (seorang
bangsawan)
32. Manti : Pembesar yang mengurus soal pemerintahan dalam negeri
33. Marisake : Seorang bapak atau laki-laki yang akan naek haji, membagi harta
benda.
34. Mesjid : Tempat beribadah
35. Mulang jurai : Suatu peraturan ambil anak oleh seorang suami
36. Ninik mamak : Saudara laki-laki dari kaum itu tersebut yang memegang jabatan
pemerintahan family.
37. Nyalindung Kagelung : Berlindung di belakang sanggul-sanggul
38. Pegat mabianak : Tidak diakuai lagi sebagai anak oleh bapak.
39. Penghulu suku : Menyelenggarakan pemerintahan dan keamanan didalam
masing- masing suku.
40. Sadja taji : Orang gila dan anak yang belum dewasa (8 tahun) tidak boleh
dihukum, kecuali bila ia melakukan delik yang termasuk berat.
41. Sajurai : Dari satu keturuna.
42. Sakaum : Dari satu kelompok keluarga.
43. Sari : Bunga yang harum baunya, yang bagi semua menarik dan
bermanfaat
44. Sasuku : Dari satu suku.
45. Syarikah : Suatu perjanjian yang menyebut bahwa perkawinan itu akan
menyebabkan adanya harta bersama.
46. Tanah dati : Tanah pusaka
47. Tapian : Tempat mandi
48. Tirta : Air yang membersihkan tempat kotor
49. Verekonomiserings : Faktor-faktor ekonomi yang sangat kuat membawa perubahan.
50. Waktu interim : Masa digadaikan atau pada waktu masih berhutang.
Model OSI adalah suatu dekripsi abstrak mengenai desain lapisan-lapisan komunikasi dan protokol jaringan komputer yang dikembangkan sebagai bagian dari inisiatif Open Systems Interconnection (OSI). Model ini disebut juga dengan model “Tujuh lapisan OSI” (OSI seven layer model). Ketujuh lapisan dalam model ini adalah: Lapisan fisik (physical layer) Physical Layer berfungsi dalam pengiriman raw bit ke channel komunikasi. Masalah desain yang harus diperhatikan disini adalah memastikan bahwa bila satu sisi mengirim data 1 bit, data tersebut harus diterima oleh sisi lainnya sebagai 1 bit pula, dan bukan 0 bit. Pertanyaan yang timbul dalam hal ini adalah : berapa volt yang perlu digunakan untuk menyatakan nilai 1? dan berapa volt pula yang diperlukan untuk angka 0?. Diperlukan berapa mikrosekon suatu bit akan habis? Apakah transmisi dapat diproses secara simultan pada kedua arahnya? Berapa jumlah pin yang dimiliki jaringan dan apa kegunaan masing-masing pin? Secara umum masalah-masalah desai...
Komentar